Warung Bu Djuminten Berikan Cita Rasa Gudeg Yang Berbeda

Agen Casino

Warung Bu Djuminten Berikan Cita Rasa Gudeg Yang Berbeda – Menyecap gudeg ciri khas Yogyakarta telah jadi keharusan untuk wisatawan yang baru bertandang ke kota ini. Namun, tidak sedikit wisatawan dari luar Yogyakarta serta Jawa Tengah yang kurang pas dengan rasa manis dari gudeg yang demikian menguasai.

Untuk yang menginginkan cita rasa tidak sama dari gudeg, coba Gudeg B Djuminten. Warung gudeg yang telah bertahan mulai sejak 1926 ini nyata-nyatanya punyai banyak pecinta.

Lebih dari lima keluarga berbarengan anak-anaknya tengah guyub, makan di ruang tujuh kali lima mtr. dikala KompasTravel mengunjugi Gudeg B Djuminten, Minggu (6/8/2017) .

Konon gudeg disini punya citarasa yang tidak sama dari gudeg biasanya, yakni rasa manis yang tidaklah terlalu menguasai. KompasTravel juga penasaran serta cobalah pesan menu spesialnya, gudeg paha ayam utuh dengan penambahan telur.

” Yang jadi keunikan disini itu arehnya basah. Dari kelapa asli, jadi kental seperti kuah padang, ” ungkap Sutrisno (38) , satu diantara pegawai yang diakui mengelola tempat pertama Gudeg B Djuminten.

Sutrisno menuturkan kalau Djuminten serta keluarganya dahulu memanglah kurang senangi dengan gudeg yang menguasai manis. Pada akhirnya, mereka cobalah buat gudeg dengan areh basah yang gurih, lantas di jual di kelompok tempat tinggalnya. Tak diduga, warga sekitaran tempat tinggalnya suka pada cita rasa gudeg itu.
Satu jumlah nasi gudeg terbagi dalam nasi, ayam kampung sisi paha memiliki ukuran besar, krecek, sambal, serta nangka muda. Sisi yang pastinya terus menguasai manis yaitu nangka muda atau disini dimaksud gori.

Ayam kampung yang diberi areh demikian gurih serta sedikit manis. Rasa gurih datang dari bumbu daging serta areh. Areh sendiri adalah endapan santan kelapa yang dibuat.

Kreceknya juga merasa asin, dengan sedikit pedas manis dari bumbu cokelatnya. Sambal disini merasa lebih pedas dari gudeg biasanya.

Potongan ayam di gudeg ini cuma dibagi empat dari satu ekor ayam kampung utuh. Jadi, janganlah kaget kalau jumlah ayamnya besar.

” Karna gurih arehnya ini, pelanggannya malahan keturunan Tionghoa di Yogya. Sangat banyak setiap hari (yang datang) berbarengan keluarga serta rekan, ” tutur Sutrisno.

Untuk minumannya, yang jadi pujaan disini yaitu es beras kencur. KompasTravel sempat juga mencicipi es tape yang sangat fresh. Rasa-rasanya manis asam, dari tape hijau yang bercampur air gula murni.

Untuk yang penasaran menginginkan coba, tempatnya tdk jauh dari Stasiun Tugu serta Malioboro. Pas di Jalan Asem Gede No 14 Cokrodiningratan, Jetis, Kota Yogyakarta.

Gerai ini buka sehari-hari mulai jam 09. 00 – 20. 00 WIB. Harga gudegnya kira-kira Rp 10. 000 untuk nasi gudeg polos, sampai Rp 45. 000 untuk nasi gudeg lengkap.