Home / Uncategorized / Warisan Kerajaan Majapahit Di Jarah Orang

Warisan Kerajaan Majapahit Di Jarah Orang

Warisan Kerajaan Majapahit Di Jarah Orang – Satu website bersejarah berbentuk susunan batu bata yang disangka peninggalan Kerajaan Majapahit di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, dilaporkan alami rusaknya akibat dijarah sekumpulan orang.

Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCG) Jawa Timur, yang sudah turunkan timnya ke tempat peristiwa, Sabtu (08/04) siang, membetulkan ada perusakan website cagar budaya itu serta tengah menelusuri peristiwa itu.

” Sekarang ini saya ada di tempat peristiwa. Kami tengah lakukan pendataan dahulu, serta kami bakal mengajak Polsek Trowulan untuk turut lihat keadaannya, serta kita bakal menelusuri (siapa yang menjarahnya), ” kata Kepala BPCG Jawa Timur, Andi Said pada wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan, Sabtu siang.

Seseorang warga Kota Mojokerto, Deni Indianto, Sabtu (08/04), mengunggah satu photo di laman Facebooknya yang memerlihatkan beberapa orang menjarah potongan batubata dari susunan bangunan bersejarah di Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.

Dalam photo itu, tampak juga satu truk yang menyimpan potongan-potongan batu bata yang disangka sisi dari susunan batubata bersejarah itu.

Unggahan photo ini menyebabkan reaksi kemarahan orang-orang sesudah disebarkan oleh paka arkeologi dari Kampus Negeri Malang, Dwi Cahyono, lewat laman Facebooknya, Sabtu pagi.

Beberapa diantara mereka lalu memohon otoritas berkaitan, seperti polisi setempat, pemerintah kota setempat dan Balai Cagar Budaya Jawa Timur serta Mojokerto untuk selekasnya melakukan tindakan cepat.

‘Diancam dengan pistol’
Pada BBC Indonesia, Deni Indianto, yang mengunggah pertama kalinya photo itu ke Facebook, mengakui momen itu diabadikan oleh rekannya pada Jumat (07/04) di satu tempat yang kaya website bersejarah di Desa Kemitir, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.

” Rekan saya itu takut untuk mengupload sendiri (ke Facebook). Lantaran, sampai kini ada yang diintimidasi (bila ada yang melaporkan). Kita cuma dapat berbagi (membagi ke Facebook) untuk di perhatikan, ” ungkap Deni yang juga anggota komune perduli website peninggalan Mojopahit.

Dia lalu bercerita pengalaman anggota komunitasnya yang pernah ” diancam ” oleh beberapa orang yang disebutnya menjarah atau mengakibatkan kerusakan website bersejarah peninggalan Kerajaan Majapahit.

Waktu itu, sambungnya, mereka akan memphoto kesibukan penjarahan itu. ” Yang datang lalu partikelir, (lantas) mengintimidasi, tak bisa memfoto (di tempat penjarahan). Terkadang hingga ditodong pistol, ” ungkap pria kelahiran 1979 ini.

Deni mengakui berkali-kali mendatangi website bersejarah itu yang letaknya kurang lebih 100 mtr. dari salah-satu website utama peninggalan Majapahit, yakni Candi Tikus. ” Kebetulan tempat tinggal saya tak jauh dari tempat itu, ” ungkap Deni yang keseharian bekerja sebagai pemahat.

BPCG Jawa timur : Beberapa besar telah hilang
Dari temuan sesaat, menurut Kepala BPCG Jawa Timur, Andi Said, beberapa besar susunan batu bata antik itu telah hilang. ” Masihlah ada yang tersisa (susunan batu bata) didalam tanah, namun beberapa besar telah hilang, telah diangkut, ” katanya.

Dia membetulkan kalau dari temuan batu bata yang tersisa, ukurannya sama juga dengan batu bata peninggalan Majapahit. ” Ukurannya besar. Kami juga dapatkan batu yang berelief, ” katanya.

Menurut dia, masalah pengerusakan situs-situs bersejarah yang disangka peninggalan Majapahit sampai kini telah kerap berlangsung. ” Nyaris tiap-tiap minggu, ada laporan seperti ini. “

Andi Said tak yakini kalau pengerusakan website ini dikerjakan pada Jumat (07/04). Hal semacam ini didasarkan info warga yang tinggal tak jauh dari tempat peristiwa.

” Orang-orang di sekitaran sini bercerita peristiwanya telah tiga minggu lantas, ” kata Andi. Orang-orang yang disebut yaitu beberapa pembuat bata yang bekerja tak jauh dari tempat peristiwa.

Lagipula, ” sisa-sisa sisa jalan telah kering semuanya, mustahil tempo hari berlangsung. “

Warga setempat, lanjutnya, tak tahu persis ingin dibawah kemana batu bata hasil jarahan itu. ” Ingin di jual, namun mereka tidak paham ingin dibawa ke mana batu bata itu. “

Bagaimanapun, Andi Said menyampaikan semestinya susunan batu bata di Desa Tumikir itu mesti dilindungi, meskipun belum di ketahui dengan cara persis manfaat dari susunan batu bata itu. ” Lantaran ini masuk cagar budaya. “

Dia menyampaikan kalau pihaknya serta deretan di bawahnya telah memberi pengenalan kalau lokasi yang letaknya tak jauh dari Candi Tikus ini adalah lokasi cagar budaya yg tidak bisa diganggu.

Arkeolog : Bentuk unit reaksi cepat!
Dihubungi dengan cara terpisah, paka arkeologi dari Kampus Negeri Malang, Dwi Cahyono menyampaikan, tersingkapnya masalah perusakan salah-satu website bersejarah di lokasi Trowulan serta sekitarnya adalah suatu hal yang ironis.

” Pasti pihak serta otoritas setempat begitu tahu (website bersejarah). Masak gajah di pelupuk mata, masak tidak terlihat, ” kata Dwi Cahyono, mengutip satu peribahasa, waktu dihubungi BBC Indonesia lewat sambungan telepon, Sabtu siang.

Dia lalu menekan supaya semuanya pihak berkaitan, mulai kepolisian, pemerintah kota Mojokerto serta BPCG setempat untuk melakukan tindakan cepat.

” Untuk mengatasi (dengan cara cepat) yang darurat sejenis ini, mesti cepat. Namun perbuatannya begitu terlambat, ” kata Dwi Cahyono.

Dwi memohon semuanya pihak berkaitan tidak untuk sama-sama menanti saat nampak kasus-kasus perusakan website bersejarah. ” Janganlah terjerat pada mekanisme administratif yang membelenggu untuk bergerak, ” tuturnya lagi.

Memerhatikan photo yang mengedar itu, Dwi Cahyono yakini kalau yang ” dijarah ” yaitu batu bata bersejarah dari susunan yang ada serta bukanlah pasir atau tanah di sekitarnya.

Fakta berikut yang begitu disayangkan oleh Dwi Cahyono. ” Susunan (batu bata) itu masihlah sangat mungkin dapat dikejar, apakah (susunan) itu sisi dari waduk antik Kumitir. Susunan itu bisa memberi panduan, ” tuturnya.

Dia juga meyakinkan susunan batu bata itu yaitu sisi dari website kerajaan Majapahit. Dia mengira reruntuhan itu berumur kian lebih 500 th.. ” Hingga temuan di Kumitir itu sisi dari ruang sisi dalam kadatuan Majapahit, ” katanya.

Masalah perusakan website bersejarah peninggalan Majapahit ini tidaklah yang pertama, kata Dwi Cahyono.

” Oleh karena itu saya mengusulkan sejenis URC, unit reaksi cepat dari BPCG. Hingga bila ada yang darurat-darurat sejenis ini, dapat bergerak cepat, ” tuturnya.

About admin