Home / Berita Umum / Tumpukan Bata Merah Berwujud Susunan Bangunan Majapahit

Tumpukan Bata Merah Berwujud Susunan Bangunan Majapahit

Tumpukan Bata Merah Berwujud Susunan Bangunan Majapahit – Masyarakat Jombang mendapatkan bangunan bersejarah di basic satu sendang atau kolam. Berdasar bata merah kuno yang diperlukan, bangunan menyerupai aliran air atau kanal itu disangka peninggalan jaman Majapahit.

Susunan purbakala itu diketemukan masyarakat di basic sendang Dusun Sumberbeji, Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Jombang. Sendang tempat penemuan bangunan kuno itu ada satu ruang dengan punden yang disakralkan oleh masyarakat ditempat. Tempatnya ditengah-tengah sawah kira-kira 1 km dari permukiman masyarakat.

Salah satu orang masyarakat Dusun Sumberbeji Hamdan Ridoi (27) mengemukakan, bangunan purbakala itu diketemukan masyarakat waktu bersihkan sendang. Waktu air sendang dikuras, masyarakat mendapatkan tumpukan dari bata merah tertutup lumpur.

Demikian lumpur dibuat bersih sejumlah, rupanya tumpukan bata merah itu berwujud susunan bangunan. Bangunan purbakala ini punyai bentuk menyerupai kanal air. Sisi tengahnya ada air yang mengalir di ke dalaman kira-kira 3 mtr. dari basic sendang.

Sisi kiri serta kanannya dikempit susunan dari bata merah kuno dengan ketinggian kira-kira 3 mtr.. Lebar sela antara ke dua susunan itu banyak ragam, di antara 50-100 cm. Panjang bangunan yang telah tampak baru kira-kira 10 mtr..

“Nampaknya ini peninggalan waktu Majapahit lantaran bata merahnya sama seperti di Trowulan, Mojokerto, ukurannya besar-besar,” kata Hamdan terhadap wartawan di tempat penemuan situs purbakala, Minggu (30/6/2019).

Juru Memelihara Situs Dengan Dinas Pendidikan serta Kebudayaan Kabupaten Jombang David Widodo mengatakan belum dapat meyakinkan bentuk bangunan kuno yang diketemukan masyarakat di basic sendang Dusun Sumberbeji.

“Dapat permukiman, candi, atau kanal air. Peluang sich candi,” terangnya.

David mengatakan sudah menyampaikan penemuan situs purbakala ini ke Dinas Pendidikan serta Kebudayaan Kabupaten Jombang. Penelusuran bersama-sama arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Ja-tim akan lekas dilaksanakan.

“Esok (1/7) idenya dari Dinas serta BPCB akan melihat ulang ke tempat,” tuturnya.

About penulis77