Home / Kriminal / Tarif 3 Sampai 4 Juta Dipasang Mucikari Online Di Tanjung Selor

Tarif 3 Sampai 4 Juta Dipasang Mucikari Online Di Tanjung Selor

Tarif 3 Sampai 4 Juta Dipasang Mucikari Online Di Tanjung Selor – Polisi tangkap wanita inisial DI alias Gina (31), yg dikira bertindak jadi muncikari dalam usaha prostitusi online yg dilalui.

Ia pasang biaya untuk menjual banyak PSK. Wanita yg masih perawan Rp 4 juta sekali ngamar. Setelah itu, untuk harga paling rendah Rp 3 juta.

Kapolres Bulungan AKBP Andrias Susanto Nugroho lewat Kasat Reskrim Polres Bulungan AKP Gede Adi Prasetia Sasmita bercerita, DI udah berubah menjadi sasaran lantaran aktivitasnya jadi muncikari.

Dia dapat dibuktikan tawarkan layanan wanita terhadap pria hidung belang. Serta ditangkap waktu ada di salah satunya hotel modern di Tanjung Selor.

“Yang berkaitan ini mempunyai pekerjaan memasukkan wanita yg dipekerjakan,” tutur AKP Gede Adi Prasetia Sasmita terhadap Radar Kaltara.

Diterangkan, biaya Rp 3 juta untuk sekali kencan, sang muncikari memperoleh fee Rp 1 juta. DI pula yg mengontrol tempat pendistribusian keinginan terlarang itu.

“Saat ditangkap, muncikari serta si wanita tengah menanti serta uang dari pemakai saja udah diterima serta tengah dibagi bersama-sama wanita yg layani sama dengan persetujuan,” imbuhnya.

Seusai dijalankan pengecekan sesaat, muncikari didapati kerja sendiri. Tindak Pidana Penjualan Orang (TPPO) yg dikerjakan pemeran udah dijalankan dua tahun paling akhir. Dengan manfaatkan aplikasi social media untuk menjual wanita yg dia ambil.

Wanita yg diambil datang dari Kabupaten Bulungan serta Kota Tarakan. Tapi, paling sebagian dari Bulungan. Serta bukan cuma tawarkan layanan wanita dewasa, namun anak dibawah usia yg masih mengenyam pendidikan di Sekolah Menengah Atas (SMA).

Polisi mengorek info pemeran, siapapun korban serta pemakai layanan. Pemeran siap juga untuk mengusahakan perawan di harga Rp 4 juta. Serta selama ini udah empat orang yg dicheck.

DI dijaring dengan Undang-undang (UU) nomer 21/2007 kasus 296 KUHP Jo kasus 506 KUHP dengan ultimatum 5 tahun penjara. “Perbuatannya, langkah penerimaan, proses pindahan orang meletakkannya dengan arah mengeksploitasinya. Di kepolisian udah tercukupi sampai jadikan terduga,” tegasnya.

About penulis77