Home / Berita Umum / SMU 21 Makassar Dapat Pembagian Obat Hampir Kadaluwarsa

SMU 21 Makassar Dapat Pembagian Obat Hampir Kadaluwarsa

SMU 21 Makassar Dapat Pembagian Obat Hampir Kadaluwarsa – SMU 21 Makassar memperoleh pembagian obat penambah darah dari Puskesmas. Akan tetapi, obat yang diberikan itu sudah ada hampir masuk kedaluwarsa.

Obat itu juga tinggal 3 hari ke arah tgl kedaluwarsa terhitung waktu diberikan pada Senin (20/10) tempo hari, serta masuk waktu expired di bulan November 2018. Di bungkus obat berwarna putih itu ada tulisan ‘tablet lebih darah’.

“Tempo hari ada petugas kesehatan dari Puskesmas Tamalanrea membawa obat penambah darah untuk siswi di sekolah kami. Tetapi kami tidak ingin bagiian sebab mau kedaluwarsa,” kata Wakil Kepala Sekolah SMU 21 Makassar, Karaeng Muli, Selasa (30/10/2019).

“Makanan saja jika telah satu bulan ingin kedaluwarsa tidak bisa diberikan. Ini justru diberikan,” sambungnya.

Ia bercerita, dianya didapati oleh seseorang perawat dari Puskesmas Tamalanrea. Pada Muli, perawat itu minta agat obat penambah darah jenise umum itu diberikan pada siswi sekolahnya.

Obat berupa tablet itu disuruh diberikan sekitar 3 sampai 4 butir per siswi.

“Kata perawat itu, kelak diberikan 3 tablet tiap-tiap siswa wanita tetapi diminum bisa malam hari. Tetapi hari ke empat, ia katakan tidak telah diminum kembali sebab telah expired,” kata Muli.

Muli juga selekasnya lihat tgl kedaluwarsa dibungkus obat itu. Serta benar, disana tercatat tgl keluar bulan November 2016 serta bulan kedaluwarsa November 2018.

“Pada akhirnya kita tidak ingin berikan. Kita taruh saja di sudut ruang. Akan tetapi, perawat itu hadir kembali serta bagikan beberapa obat tersebut pada siswa,” katanya.

Ia menjelaskan, pihak sekolah sudah sempat protes pada pembagian obat yang hampir kedaluwarsa itu ke pihak puskesmas. Akan tetapi jawaban yang didapat sekolah juga mengagetkan. Pihak puskesmas mengakui tidak paham masalah tgl kedaluwarsa itu.

Menurut dia, siswi yang berada di sekolahnya ialah anak-anak yang baru masuk dalam step awal menstruasi hingga yang ditakutkannya ialah terdapatnya masalah pada kesehatan reproduksi saat minum obat kadaluarsa itu.

“Barusan pagi siswi saya telah ada merintih sakit perut. Ia katakan peluang sakit sesudah minum obat itu,” terangnya.

Ia juga mengakui tidak tahu program kesehatan yang digerakkan puskesmas itu hingga lakukan pembagian obat penambah darah ke sekolahnya.

About admin