Home / Berita Umum / Polisi Amankan 4 Orang Pemalsu BPKB dan STNK di Lamongan

Polisi Amankan 4 Orang Pemalsu BPKB dan STNK di Lamongan

Polisi Amankan 4 Orang Pemalsu BPKB dan STNK di Lamongan – Sindikat pemalsuan BPKB serta STNK yg beroperasi di lokasi Lamongan, dibongkar. Gak cuma memalsukan, sindikat ini pun memalsukan nomer rangka serta mesin kendaraan bermotor.

Polisi mengamankan empat orang, dan dua orang tetap diincar. Empat orang itu ialah, Mahrus Efendi (22) penduduk Benjeng-Gresik, Arfai (45) penduduk Desa Jubel Kidul-Kecamatan Sugio, Ardi (40) penduduk Desa Wangunrejo-Kecamatan Lamongan serta Ghofur (35) penduduk Desa Kedali-Kecamatan Pucuk.

” Tidak cuman mereka berempat, juga ada 2 orang anggota sindikat yg tetap DPO. Satu diantaranya pak dari pemeran yg udah kami amankan ini, ” kata Kapolres Lamongan, AKBP Feby DP Hutagalung terhadap wartawan di Mapolres Lamongan, Kamis (14/2/2019) .

Pihaknya, jelas kapolres, ikut mengamankan beberapa barang untuk bukti yang lain. Berwujud 3 unit mobil Toyota Avanza dengan nopol L 1892 ZH, Daihatsu Terios dengan nopol S 1121 YA serta Daihatsu Luxio dengan nopol A 1335 NM yg ditambahkan dengan BPKB serta STNK Palsu.

Pengungkapan perkara ini berasal dari penangkapan Ardi serta Ghofur disaat ingin jual terhadap salah seorang. ” Modus yg dimanfaatkan, terduga Arfai menyediakan buku BPKB serta BPKB tembus yg diperoleh dari Jakarta, buat lantas diserahkan ke H. Maskurin yg tetap DPO buat dibikin jadi surat serta buku kendaraan yg berada pada tangan H. Maskurin, ” katanya.

Sesudah itu, H. Maskurin lantas memalsukan nomer rangka serta nomer mesin kendaraan bermotor buat sesuai dengan surat serta buku kendaraan yg udah ada. Oleh Maskurin, kendaraan ini lantas dikasihkan terhadap anaknya, Mahrus buat diserahkan terhadap Ardi serta Ghofur buat dicarikan konsumen.

Hasil dari pengumpulan bukti-bukti, jelas ia, sindikat pemalsu kendaraan bermotor ini udah 1 tahun beroperasi di Lamongan. Sepintas tak ada yg beda pada surat-surat palsu serta asli lantaran yg dimanfaatkan buat surat-surat kendaraan itu merupakan buku serta surat asli kendaraan bermotor yg nama-namanya dihapus serta di ubah sama dengan keinginan mereka.

” BPKB yg diraih terduga tak tercatat di Korlantas lantaran seluruhnya palsu. Pemeran sangatlah cerdas lantaran nomer rangka serta no mesin udah dirubah dengan perlakuan profesional, polisi tetap ada masalah buat dapatkan kabar riwayat kendaraan hingga dengan cara kasat mata susah buat mengetahui noka nosin yg dikeluarkan pabrikan dengan hasil banyak terduga, ” katanya.

Kapolres bakal meningkatkan perkara ini lantaran dikira udah beroperasi di daerah beda. Saat ini banyak terduga dijaring dengan Clausal 263 ayat (1) KUHP atau clausal 266 ayat (1) KUHP Junto clausal 55 ayat (1) ke 1 KUHP serta clausal 480 KUHP dan Clausal 263 KUHP dengan ultimatum hukuman selamanya 6 tahun serta clausal 266 KUHP dengan ultimatum hukuman selamanya 7 tahun serta clausal 480 diancam hukuman selamanya 4 tahun penjara.

About admin