Home / Berita Umum / Pemkot Bandung Keluarkan Surat Edaran untuk Tempat Hiburan Malam Ditutup Saat Ramadan

Pemkot Bandung Keluarkan Surat Edaran untuk Tempat Hiburan Malam Ditutup Saat Ramadan

Pemkot Bandung Keluarkan Surat Edaran untuk Tempat Hiburan Malam Ditutup Saat Ramadan – Pemerintah Kota Bandung sudah keluarkan surat edaran buat aktor usaha hiburan malam supaya tidak bekerja sepanjang Bulan Ramadan. Larangan itu mulai berlaku semenjak 4 Mei sampai 7 Juni 2019 akan datang.

Kepala Dinas Kebudayaan serta Pariwisata Kota Bandung Kenny Dewi Kaniasari menjelaskan seperti beberapa tahun awalnya sepanjang Bulan Ramadan semua tempat hiburan di Kota Bandung dilarang bekerja. Hal tersebut untuk menghargai warga muslim yang menjalankan beribadah puasa.

“Telah, kita telah buat surat edaran supaya tempat hiburan malam tutup sepanjang Ramadan. Ini dalam rencana hormati Bulan Ramadan,” kata Kenny waktu dihubungi, Sabtu (27/4/2019).

Dihubungi terpisah, Kasi Pembinaan Layanan Usaha Pariwisata Edward Parlindungan mengutarakan larangan bekerja tempat hiburan malam mulai berlaku pada 4 Mei jam 18.00 WIB sampai 7 Juni jam 18.00 WIB.

Menurut dia tempat hiburan malam yang harus tutup sepanjang Ramadan mencakup kelab malam, diskotek, pub, karaoke, panti pijat, spa, ajang billiard serta sangar seni budaya tradisionil yang berbentuk usaha serta hiburan. Tempat hiburan yang ada di hotel berbintang dilarang bekerja.

“Semua type usaha yang dilarang bekerja itu, sesuai Perda 7 tahun 2017 masalah 73 ayat 6 mengenai penyelenggaraan kepariwisataan,” katanya.

Sesaat untuk bioskop masih diijinkan bekerja. Akan tetapi film yang diputar mesti sesuaikan dengan kondisi keagamaan. “Untuk pemutaran film-film di bioskop diinginkan sesuai dengan kondisi serta kondisihari keagamaan,” tuturnya.

Edward menjelaskan surat edaran yang dikeluarkan harus untuk ditaati. Jika ada yang melanggar pihaknya mempersiapkan sangsi. “Ada (sanski), pencabutan TDUP,” katanya.

Sepanjang bulan Ramadan pihaknya akan lakukan monitoring bekerjasama dengan Satpol PP Kota Bandung. Itu dikerjakan untuk pastikan tidak ada aktor usaha hiburan malam yang masih buka upayanya sepanjang Ramadan.

“Sepanjang bulan Ramadan kita selenggarakan monitoring bekerjasama dengan Satpol PP. Di Bandung sendiri kira-kira ada 170 tempat hiburan malan” tutur Edward.

About admin