Home / Uncategorized / Mencuri Sparepart Dalam 1 Tahun, Fauzi Rugikan Majikan 154,3 Juta

Mencuri Sparepart Dalam 1 Tahun, Fauzi Rugikan Majikan 154,3 Juta

Mencuri Sparepart Dalam 1 Tahun, Fauzi Rugikan Majikan 154,3 Juta – Sepak terjang Fauzi Rahman (20) , terduga pencuri spare part selesai telah. Satu tahun paling akhir ini, toko sparepart motor di Jalan Nakhoda, Samarinda, Kalimantan Timur, tempatnya bekerja mesti tidak untung Rp 154, 3 juta.

Tingkah laku Fauzi sesudah majikannya, Albert Kristianto, terasa berprasangka buruk barang dagangannya yang seringkali raib. Keraguan Albert terlihat pada beberapa karyawannya. Dia lalu periksa telpon seluler mereka termasuk juga punya Fauzi pada 13 Oktober 2017. Dia temukan bukti mengagetkan.

” Jadi, di handphone pemeran (Fauzi Rahman) ini, tercantum order pesanan beraneka spare part mobil, yg tidak di ketahui majikan, ” kata Kanit Reskrim Polsekta Samarinda Ilir Ipda Purwanto, pada merdeka. com, Kamis (26/10) .

” Sesudah dikerjakan penelusuran ulang di stock barang, nyatanya spare part yang tercatat serta tercantum di handphone pemeran ini, memanglah telah tak ada sekali lagi di toko, ” tutur Purwanto.

Albert lalu menginterogasi Fauzi. Sampai pada akhirnya Fauzi diamankan pada 25 Oktober malam.

” Sesudah demikian hari, yang memiliki toko selanjutnya melapor ke Polsek. Dihitung-hitung, kerugian seputar Rp 154, 3 juta, ” makin Purwanto.

” Kami kerjakan penangkapan pada pemeran tempo hari, berdasar pada laporan yang memiliki toko. Di depan penyidik, pemeran mengaku tindakannya ambil spare part di toko, mulai sejak September 2016, serta pada akhirnya ketahuan majikannya 13 Oktober itu, ” terang Purwanto.

Sejumlah saksi di toko, diperintahi info hingga hari, sembari polisi selalu melaksanakan pengembangan masalah, yang menghadap pada penadah. Fauzi sendiri, waktu ini meringkuk di sel penjara Polsekta Samarinda Ilir.

” Penyidik menetapkannya jadi tersangka, dengan pasal 363 KUHP mengenai pencurian dengan pemberatan. Ya, pastinya, masalah ini masih tetap kami kembangkan, ” kata Purwanto.

About editor