Home / Berita Umum / Kurangnya Sarana Membuat Petugas Puskesmas Mesti Menandu Pasien Sampai 3 Hari

Kurangnya Sarana Membuat Petugas Puskesmas Mesti Menandu Pasien Sampai 3 Hari

Kurangnya Sarana Membuat Petugas Puskesmas Mesti Menandu Pasien Sampai 3 Hari – Desa Sulaku, Kecamatan Rampi, Luwu Utara, termasuk juga desa yang terpencil di Sulawesi Selatan. Kurangnya sarana membuat petugas puskesmas mesti menandu pasien sejauh 10 km sampai 3 hari bila tidak ada pesawat.

Diantaranya yang dihadapi pasein David Ivander (12), Selasa (11/9/2018). David harus terpaksa dipikul oleh petugas Puskesmas bersama dengan masyarakat menuju Bandara Rampi. Luka sobek pada pahanya karena terjatuh dari pohon, membuat ia mesti dirujuk ke Rumah Sakit di Masamba, Ibu Kota Kabupaten Luwu Utara.

Tiap-tiap pasien yang dirujuk cuma dapat ditandu karena Puskesmas tidak mempunyai mobil ambulans. Keadaan ini sangatlah wajar buat 3.800 masyarakat yang menetap di Rampi.

Pasien mustahil dirujuk lewat jalan darat. Karena, medannya yang susah serta perlu waktu sampai dua hari perjalanan serta biaya yang mahal.

Jalan hanya satu, pasien yang kritis darurat dirujuk dengan memakai pesawat. Mengakibatkan, pasien seperti David, mesti ditandu ke bandara yang berjarak 10 km dari puskesmas.

Pesawat itu mempersiapkan dua bangku setiap saat penerbangan untuk keadaan emergency semacam itu. Dengan pesawat, tidak hanya murah, jarak tempuh Rampi ke Masamba cuma perlu waktu seputar 15 menit saja.

“Ambulans tidak dapat sampai disini, karena itu kita tidak miliki. Hanya satu kita pikul pasien ke bandara, bila memang sangat mungkin lewat pesawat. Bila tidak, yah sangat terpaksa dipikul ke Masamba dengan medan berat serta perlu waktu sampai 2 sampai 3 hari,” kata Dokter umum Puskesmas Rampi, Widhy Astuti Nurhasain, Selasa (10/09/2018)

Dokter cantik yang telah dua tahun mengabdi di kecamatan Rampi itu mengakui miris dengan keadaan masyarakat yang terisolir. Petugas kesehatan yang diletakkan di Rampi, mesti bekerja lebih tambahan serta bahkan juga ikhlas melawan maut waktu melalui jalan darat yang begitu susah.

Bagaimana tidak, beberapa alat kesehatan seperti tempat tidur pasien serta tabung oksigen yang tidak dapat diangkut memakai pesawat, sangat terpaksa mereka pikul dengan berjalan kaki dari Masamba menuju Rampi bersama dengan masyarakat. Jarak Masamba ke Rampi sampai 90 km..

“Jika alat medis sich hampir setiap minggu yah. Nah sempat ada pasien yang ingin melahirkan itu dipikul dari sini ke Masamba. Mengagumkan berat perjalanannya kesana karena kita telusuri jalan tuch di tepi jurang. Motor juga 1/2 mati,” lanjutnya.

Sulitnya akses ke Rampi ini seringkali membuat petugas puskesmas, tidak dapat banyak berbuat waktu terima pasien yang telah dalam kondisi gawat serta tidak sangat mungkin meniti perjalanan ke Rumah Sakit di Masamba.

“Kami cuma dapat mengemukakan keadaan pasien ke pihak keluarganya sekalian masih menjaga seadanya. Karena, akan begitu menyusahkan mereka bila dipaksakan dirujuk. Pesawat tidak ingin terima mayat. Karena itu sempat ada mayat yang sangat terpaksa dipikul dari Masamba kesini,” jelas Widhy yang barusan memperoleh penghargaan dokter teladan dari Menteri Kesehatan itu.

Sesaat, di Puskesmas Rampi sendiri cuma ada dua orang dokter, satu dokter umum serta satu orang dokter gigi serta perawat ada lima orang. Mereka tidak cuma melayani masyarakat yang sakit, tetapi juga aktif memberi sosialisasi kesehatan pada masyarakat di enam desa di Rampi.

Didapati, lokasi kecamatan Rampi ini adalah daerah perbatasan pada Sulawesi Tengah dengan Sulawesi Selatan. Tidak hanya jalan dari Masamba, kecamatan Rampi dapat juga dibuka lewat darat dari Bada’, Poso, Sulawesi Tengah. Jaraknya cuma seputar 30 km.. Akan tetapi, medannya juga sama sulitnya ke Masamba.

Tidak hanya memerlukan waktu lama, biaya ojek untuk jalan Masamba sampai Rp 700 ribu sampai Rp 1 juta sekali jalan. Sesaat untuk jalan Bada’ cuma seputar Rp 400 ribu.

Karenanya, kehadiran bandara dengan ticket subsidi begitu menolong masyarakat yang terisolir. Harga barang yang dulunya sampai 10 kali lipat dari harga normal, sekarang cuma 2x lipat saja.

About admin