Home / Berita Umum / KTP Untuk Sapi Ialah Bernama E-Ternak

KTP Untuk Sapi Ialah Bernama E-Ternak

KTP Untuk Sapi Ialah Bernama E-Ternak – Gak cuma masyarakat yang didata di Banyuwangi. Hewan ternak pun miliki kartu pengenal seperti E-KTP.

Pemkab Banyuwangi miliki perubahan pendaftaran hewan ternak digital. Terutamanya style sapi lewat kartu Elektronik Ternak (E-Nak).

Lewat kartu E-Nak, sapi-sapi yang telah tercatat akan terpantau sejarah umur, kesehatan, kehamilan, data pemilikan serta yang lain. Tak itu saja, pemilik sapi yang sudah dapatkan E-Nak bakal juga dapatkan agunan asuransi.

“Peranan kartu pemilikan ternak ini langsung terkoneksi dengan Nomer Induk Kependudukan (E-KTP) pemilik. Tidak cuman bisa asuransi, pemilik ternak dapat juga dapatkan service kesehatan hewan buat ternaknya,” kata Kabid Budidaya serta Kelembagaan Ternak, Dinas Pertanian serta Peternakan Banyuwangi, Nanang Sugiharto, waktu didapati di Festival Perubahan di Gesibu Blambangan, Minggu (30/6/2019).

Buat miliki Kartu E-Ternak, peternak cukup membayar Rp 40 ribu per tahunnya. Lalu petugas peternakan dapat mengerjakan pendaftaran jelas pada hewan dengan standard mutasi yang cukup.

Ia memberi contoh, biar mutasi data tidaklah terlalu cepat, ia memastikan umur sapi mesti di atas 6 bulan privat sapi betina. Lantaran sapi betina condong lama dirawat ketimbang sapi jantan.

“Kalaupun jantan, giginya powel telah di jual. Kalaupun betina 3-4 tahun masih dirawat,” tuturnya.

Dari Rp 40 ribu yang dimanfaatkan buat pendaftaran, peternak dapatkan asuransi sebesar RP 160 ribu buat asuransi pemilikan. Pemilik dapat dapatkan uang alternatif sebesar Rp 10 juta kalau sapinya mati gara-gara hal yang tak diharapkan. Lalu dapat dapatkan Rp 9 juta kalau sapinya dapat di buktikan hilang lantaran dicuri.

“Asuransi ini disubsidi lewat APBN. Demikian saja peternak terdapat banyak yang tidak mau, dikiranya takut tidak keluar. Meski sebenarnya ini bener bisa asuransi,” katanya.

Tidak hanya itu, lewat kartu E-Nak, banyak peternak akan juga terbebas dari usaha penipuan. Lantaran sejarah kesehatan sapi akan terpantau lewat kartu itu dengan pendaftaran manual. Seperti sempat beranak berapakah kali, sempat sakit, produktif tidaknya serta yang lain. Buat memahami detil sejarah data sapi serta pemilikan, dapat disaksikan dari barcode yang terpasang di leher sapi.

“Jadi memanfaatkan mode barcode semua sejarah sapi dapat nampak. Serta ini kemungkinan kecil tertukar lantaran detil fisik sapi dimulai dengan tanduk, moncong, serta yang lain telah difoto, termasuk juga titik koordinatnya,” katanya.

Sekarang banyaknya populasi sapi di Banyuwangi pada tahun 2018 sejumlah 145 ribu ekor, serta yang telah tercatat dalam kartu E-Nak sejumlah 8000 ekor. Banyaknya yang telah tercatat sesaat masih di Kecamatan Wongsorejo, yang miliki populasi sapi paling besar di Banyuwangi.

“Di Wongsorejo sendiri ada 18 ribu ekor. Setelah itu bertahapa akan rata di kecamatan yang lain,” tuturnya.

Disamping itu, Sekretaris Dinas Pertanian Banyuwangi Made Wicaksana memberi tambahan, lewat pendaftaran E-nak banyak orang dapat lihat sejarah sapi cukup hanya dengan meng-install aplikasi QR And Barcode di gawai android.

“Datanya akan ada di web Pemkab Banyuwangi, cukup hanya dengan scan barcode yang dikalungkan di sapi,” tangkisnya.

Banyak hal yang penting dilihat, tidak cuman buat mencatat populasi hewan serta memonitor kesehatan, faksinya pun lihat kelayakan daging yang disembelih.

“Disana pun ke data, kalaupun sapinya hamil tidak diedarkan izin sembelih. Data terus disatukan di lapangan. Si A ini miliki sapi ini serta alamatnya,” pungkas Made.

About penulis77