Home / Berita Umum / Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko Menyatakan Ikrar Setia NKRI Diisyaratkan Buat Narapidana Harus Di Kerjakan

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko Menyatakan Ikrar Setia NKRI Diisyaratkan Buat Narapidana Harus Di Kerjakan

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko Menyatakan Ikrar Setia NKRI Diisyaratkan Buat Narapidana Harus Di Kerjakan – Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyatakan Abu Bakar Ba’asyir tidak dapat bebas bersyarat jika menampik ikuti ketetapan. Ikrar setia NKRI seperti diisyaratkan buat narapidana masalah terorisme harus dikerjakan.

“Kita telah jelasin bergantung kembali pada beliaunya, sebab negara telah menjelaskan tidak ada yang dapat dinegosiasikan pada NKRI serta Pancasila, itu kunci,” kata Moeldoko pada wartawan di kantor Staf Kepresidenan, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Senin (28/1/2019).

Moeldoko waktu di tanya lagi, menyatakan pembebasan bersyarat Ba’asyir tidak dapat dikerjakan jika tidak penuhi prasyarat seperti ditata dalam PP 99/2012 dan dalam masalah 84 Permenkumham Nomer 3 Tahun 2018 mengenai prasyarat serta tata langkah pemberian remisi, asimilasi, cuti, serta pembebasan bersyarat.

“Ya jika tidak ada suatu yang beralih dari pikiran beliaunya, ya demikian,” kata Moeldoko waktu di tanya masalah gagal bebasnya Ba’asyir.

Awal mulanya Menkum HAM Yasonna H Laoly menyatakan Abu Bakar Ba’asyir mesti penuhi ketetapan jika ingin memperoleh pembebasan bersyarat.

“Masalahnya, kita harap beliau bersedia di tandatangani. Semua berkaitan tindak pidana terorisme, program deradikalisasi mesti dibarengi. Beliau belum pernah ikuti program deradikalisasi kita, ini laporan BNPT (yang) mengatakan (Ba’asyir) belum pernah ikuti,” tutur Laoly di kantornya, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (28/1).

Tetapi pemerintah ditekankan Laoly masih memerhatikan fakta kemanusiaan. Sebab aspek umur serta kesehatan, Kemenkum tempatkan orang melayani keperluan Ba’asyir melakukan hukuman pidana di Lapas Gunung Sindur.

About admin