Home / Uncategorized / Hilang Saat Mau Jadi Calon Presiden Mesir

Hilang Saat Mau Jadi Calon Presiden Mesir

Hilang Saat Mau Jadi Calon Presiden Mesir – Akan calon presiden Mesir, AhmedShafik -yang menurut keluarganya pernah hilang- telah keluar di ibu kota Mesir, Kairo, Minggu (03/12).
Pengacaranya, Dina Adly, telah mengukuhkan berjumpa dengan dia di satu hotel di Kairo tetapi tidak memberi perincian selanjutnya.

” Dia menyebutkan kesehatannya baik serta dia tidak jadi subyek dari penyelidikan apa pun, ” catat Adly di Facebook.

Keluarga Shafik pernah menekan pihak berwenang Mesir memberitahu keberadaannya karna tidak memperoleh berita apa pun sesudah diusir pulang dari Uni Emirat Arab, tempatnya mengungsi sepanjang lima th. terakhir, Sabtu (02/12).

Bekas perdana menteri Mesir itu minggu lantas menyebutkan pencalonan diri untuk penentuan presiden Mesir 2018.

Sesaat seseorang akan calon presiden yang lain, Kolonel Ahmed Konsowa -menurut pengacaranya- ditahan. Konsowa menyebutkan gagasan pencalonan diri jadi presiden minggu kemarin.

Presiden sekarang ini, Abdul Fatah al-Sisi telah menyebutkan akan tidak mencalonkan diri. Bagaimanapun banyak yang memprediksi bekas jenderal itu -yang menjatuhkan pemerintah sipil pimpinan presiden Mohamed Morsi hasil penentuan umum 2013 lalu- nantinya juga akan maju sekali lagi.

Keluarga menyebutkan kalau dia dijemput dari tempat tinggal pada hari Sabtu serta dipulangkan dengan pesawat pribadi ke ibu kota Mesir, Kairo. Seseorang saksi mata menyebutkan pada kantor berita Reuters kalau pihak berwenang membawanya dalam satu pergerakan dari bandara.

” Kami tidak paham apa pun mengenainya mulai sejak meninggalkan tempat tinggal tempo hari, ” kata Maya, putri Shafik, pada Reuters. ” Bila dia dideportasi, harusnya dia telah dirumah sekarang ini, tidak menghilang. “

Pengacaranya telah memohon supaya pihak berwenang Mesir berikan izin baginya untuk berjumpa segera Shafik.

Pihak berwenang UEA mengukuhkan Shafik telah meninggalkan negara itu tetapi tidak berikan perincian selanjutnya sesaat Kementerian Luar Negeri Mesir menyebutkan tidak bertanggungjawab atas masalah itu.

Presiden al-Sisi, yang merajut hubungan erat dengan UEA serta Arab Saudi, diliat banyak pihak jadi tokoh pemersatu di Mesir.

Tetapi pengkritiknya menyebutkan dia memenjarakan beberapa ratus pembangkang politik serta mengikis kebebasan yang dicapai lewat unjuk rasa massal th. 2011 yang berhasil menjatuhkan Presiden Hosni Mubarak.

Dibawah al-Sisi, Mesir ikuti kebijakan Arab Saudi serta UEA -serta sebagian negara Teluk lain- untuk memutus hubungan dengan Qatar yang dipandang mensupport tindakan teroris walaupun tuduhan itu dibantah keras.

Mengenai Shafik -yang sempat menjabat Kepala Staf Angkatan Udara Mesir- kalah tidak tebal dalam penentuan presiden th. 2012, yang dimenangkan Mohamed Morsi, yang satu tahun lalu dikudeta militer.

About admin